Blog Berisi Informasi Yang Bermanfaat Bagi Pembaca

Kamis, 04 Mei 2017

Sadis! Terapi Gila Kepala Sekolah yang Setrum Siswa dan Alat Pendeteksi Kebohongan di Malang

Entah apa yang ada di benak Kepala Sekolah SDN Lowokwaru III, Tjipto Yuwono yang menyetrum empat siswanya. Dia berdalih hal itu untuk terapi kesehatan. Apa benar?

"Saya belum pernah dengar ada terapi setrum listrik itu," kata Mendikbud Muhadjir Effendy saat ditemui di JCC, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (3/5/2017).

Alat setrum yang dipakai oleh Tjipto untuk menyetrum siswa dirakitnya sendiri. Para siswa disterum usai melaksanakan salat Dhuha sebelum ujian nasional dimulai.

Siswa yang disetrum adalah RA, MK, MA, dan MZ. "Kepada kami saat diklarifikasi mengakunya begitu, empat anak itu dinilai berbeda dengan yang lain. Terapi diharapkan bisa mengubah mereka," ungkap Ketua Komite SD Negeri Lowokwaru 3 Totok Edi Sucipto kepada detikcom.

Sudah pasti para orang tua keberatan dengan 'terapi' yang dilakukan Tjipto. Namun Tjipto mengaku sudah mempraktikkannya ke beberapa orang guru.

Kasus ini langsung diselidiki oleh Dinas Pendidikan Kota Malang. Salah seorang wali murid, Anita, pun membeberkan bagaimana anaknya disetrum.

Menurut Anita, mata anaknya ditutup. Kalau dibuka akan ditempeleng. "Ini perlakuan tidak bisa ditoleransi. Bentuk ancaman fisik kepada anak kami," cerita Anita.

Meditasi dilakukan sekitar 10 menit. Tjipto mengambil sebuah alat yang dialirkan ke tegangan listrik. Dua alat berupa papan tersebut, salah satunya dipijak oleh Tjipto dan satunya lagi diminta para siswa menginjaknya.

"Pelaku juga pakai test pen yang diletakkan di kepala anak saya. Jika nyalanya terang, maka anak saya dinilai suka berbohong kepada orang tua. Ini sudah nggak benar," keluh ibu dua anak ini.

detikcom menelusuri berbagai bentuk alat pendeteksi kebohongan (lie detector). Pada sebuah situs jual beli online ada yang menjual alat semacam itu dengan banderol Rp 255.000 di Malang. Pihak penjual mengklaim alat ini bisa mendeteksi kebohongan dengan deteksi keringat.

Alat yang dijual itu memang memanfaatkan aliran listrik, tetapi berbeda cara kerja dengan buatan Tjipto. Pada alat yang dijual itu terdapat batasan usia yakni 14 tahun ke atas. Cara kerjanya pun seseorang diminta meletakkan tangannya pada alat, jika dia berbohong maka akan berkeringat dan tersengat listrik beraliran kecil. Namun fungsi alat ini juga masih sebatas klaim dari pihak penjual. Tak diketahui apakah alat ini memiliki izin khusus dari instansi terkait.

Sumber : https://news.detik.com/berita/d-3491353/terapi-aneh-kepsek-setrum-siswa-di-malang-dan-alat-lie-detector

Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related : Sadis! Terapi Gila Kepala Sekolah yang Setrum Siswa dan Alat Pendeteksi Kebohongan di Malang

0 comments:

Posting Komentar